31 Agustus 2010

Game PC Badminton

Ada game PC badminton nih.............

Jadul sih tampilannya.. tp database nya baru kok..
Kategori game2 kecil2an...

indonesia, china, malingsia, sampai negara2 kecil jg ad...

Badminton Championship Manager 2

Tp y gt.. kurang seru.. soalnya waktu maen g ad tampilannya.. susah kali ya bikinnya..

saran gw CEKIDOT dulu lah... buat seneng2 gan...

dsini nih...

http://www.badminton.ingame.org/

tq

28 April 2010

Lin Dan dan Wang Yihan Pimpin China


BEIJING, Kompas.com - Juara Olimpiade Beijing 2008 Lin Dan dan pebulu tangkis putri nomor satu dunia Wang Yihan, akan memimpin tim China untuk mempertahankan Piala Thomas dan Uber di Malaysia bulan depan. Demikian pengumuman yang dikeluarkan Persatuan Bulu Tangkis China (CBA).

Lin Dan, yang kini menempati peringkat dua BWF, akan jadi andalan utama. Kali ini, tim Piala Thomas China terdiri atas empat pemain yang termasuk dalam 10 besar dunia, dan mereka juga memasang target maksimal, kembali jadi juara untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Di sektor putri, tim Uber China masih tetap jadi favorit. "Negeri Tirai Bambu" ini tampaknya masih sangat dominan, sehingga mereka kembali diunggulkan untuk meraih gelar turnamen dua tahunan tersebut untuk ketujuh kalinya secara beruntun.

Apalagi, kali ini tim Uber China pun membawa empat pemain yang masuk lima besar dunia, kecuali pemain nomor tiga dunia Wang Lin. Tidak terpilihnya Wang Lin dan Lu Lan, yang memenangkan gelar juara dunia di Hyderabad, India, tahun lalu, tetapi kini peringkatnya melorot ke posisi 10, menunjukkan ketatnya persaingan di sektor putri China. Ini yang membuat pelatih kepala Li Yongbo harus membuat keputusan sulit, dengan menyingkirkan dua pemain top tersebut.

"Kriteria pertama adalah peringkat dunia, tetapi itu bukan satu-satunya standar," kata Li kepada laman CBA (badminton.sport.org.cn).

"Kedua kami mempertimbangkan kemampuan pemain untuk menyelesaikan suatu pertandingan. Terakhir, kami dalam tim pelatih memilih pemain dengan teknik, mobilitas, dan kemampuan lebih baik, yang cocok dengan kompetisi beregu."

Piala Thomas ke-26 dan Piala Uber ke-23 akan berlangsung di Kuala Lumpur 9-16 Mei. China sebagai juara bertahan dan Malaysia sebagai tuan rumah, langsung tampil di putaran final. 10 negara lainnya, termasuk Indonesia, harus melewati babak kualifikasi.

Sony Ungguli Taufik, Tim Pelatnas Menang


SOLO, Kompas.com - Pebulu tangkis tunggal putra nasional Sony Dwi Kuncoro berhasil mengalahkan seniornya Taufik Hidayat dua game langsung dalam pertandingan simulasi bulu tangkis Tim Piala Thomas di GOR Sritex Solo, Minggu malam.

Pada pertandingan simulasi tim Thomas di Solo tersebut, Sony yang turun di tunggal putra tim Pelatnas berhasil mengalahkan Taufik Hidayat (Nonpelatnas) dengan dua game langsung, 21-19 dan 21-11.

Pertandingan kedua pebulu tangkis nasional yang disaksikan sekitar empat ribu penonton itu berjalan seru dan menarik. Keduanya sering mengeluarkan permainan cantiknya sehingga dukungan penonton terus berlangsung hingga akhir pertandingan.

Pada game pertama antara Sony lawan Taufik sangat menarik ditonton. Keduanya sering melakukan tekanan baik smash silang dan permainan net yang sering diperagakan kedua atlet nasional itu.

Sony maupun Taufik dalam pengumpulan angka saling mengejar dan tidak terpaut jauh pada game pertama. Taufik yang sering melakukan smas keras ke arah kiri Sony sering menambah angka sehingga menyamakan 10-10. Taufik terus melaju ungguli Sony 12-10. Pada game pertama saling mengejar dalam pengumpulan angka atau hanya terpaut satu hingga dua angka. Tapi, Sony akhirnya menyudahi pada game pertama dengan 21-19.

Pada game dua Taufik sering melakukan kesalah sendiri sehingga kalah dalam pengumpulan angka 9-3 untuk Sony. Permainan net dan permainan cepat yang diperagakan Sony sehingga menambah pengumpulan angka.

Pada game kedua itu, Sony terus melaju dalam pengumpulan angka meninggalkan Taufik 14-9. Sony terus melakukan mengumpulan angka hingga kedudukan 17-10. Sony yang melakukan smash keras menukik yang jatuh di sebelah kiri dan tidak bisa dikembalikan oleh Taufik, sehingga dapat mengakhiri pada game kedua dengan kedudukan 21-11.

Menurut Sony, pertandingan simulasi cukup menarik karena antusias penonton sangat besar memberikan dukungan terhadap pemain yang sedang bertanding. "Saya bersama teman satu tim Piala Thomas lainnya sudah siap maju ke Malaysia," kata Sony usai pertandingan.

Menyinggung peluang tim Thomas Indonesia, Sony menjelaskan, pada babak penyisihan Piala Thomas lawan terberat Denmark karena atlet negara itu tangguh-tangguh. Kalau tim Thomas India dan Australia yang satu group dalam babak penyisihan lebih ringan dibanding Denmark. "Semua lawan Piala Thomas berat. Karena, semua negara yang maju dalam kejuaraan dunia itu, mempunyai peluang yang sama," kata Sony.

Dalam simulasi di Solo ini, tim Pelatnas mengungguli tiom non-pelatnas 4-1. Pada partai tunggal Dionysius Hayom Rumbaka mengalahkan Andreas Adityawarman dengan dua game, 21-12 dan 21-13; Simon Santoso mengalahkan Andre Kurniawan dengan dua game, 21-6 dan 21-12.

Pada ganda putra tim Pelatnas M. Ahsan yang berpasangan dengan Nova Widianto mengungguli lawannya pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG dengan dua game, 21-16 dan 24-22, sedangkan Markis Kido/Hendra Setiawan mengalahkan pasangan ganda tim pelatnas Bona Septano/Rian Sukmawan, tiga game langsung, 16-21, 21-14, dan 21-14.


10 April 2010

Kejuaraan Asia Bakal Jadi Uji Coba Para Pasangan Baru


JAKARTA, KOMPAS.com — Kejuaraan Asia yang berlangsung di New Delhi, India, 12-18 April nanti, akan menjadi ajang untuk menguji pasangan-pasangan baru setelah Pelatnas Cipayung melakukan bongkar pasang pada sektor ganda.

"Ganda putra dan putri yang dikirim mengikuti turnamen tersebut adalah pasangan-pasangan terbaik, sekaligus dilihat untuk persiapan Piala Thomas dan Uber," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh.

Dengan demikian, katanya, peluang terbesar untuk meraih gelar juga ada pada sektor ganda.

Pada ganda putra, Mohammad Ahsan yang biasanya berpasangan dengan Bona Septano akan berduet dengan Yonatan Suryatama. Adapun Bona berpasangan dengan Rian Sukmawan yang biasanya menjadi gandengan Yonatan.

"Untuk penyegaran saja karena selama ini terjadi kejenuhan sehingga tidak ada peningkatan," ujar Rian mengomentari perombakan pasangan di ganda putra.

Rian yang bersama Yonatan mencapai final di Jepang Super Series tahun lalu mengaku tidak ada masalah jika ia dipasangkan dengan Bona. "Hanya masalah komunikasi saja yang masih kurang," katanya.

Sementara itu, dua ganda putri yang juga mengalami perombakan adalah Greysia Polii dipasangkan dengan Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati dengan Nitya Krishinda. Mereka diharapkan dapat mencetak prestasi di India.

"Saya berharap, dua ganda itu minimal bisa mencapai semifinal. Tetapi saya lebih menekankan pada proses daripada hasil," ujar Asisten Pelatih Ganda Putri, Paulus Firman.

Pasangan Greysia/Meiliana yang sudah dicoba di All England bulan lalu berhasil mencapai babak perempat final. Pasangan ini antara lain berhasil mengalahkan pasangan nomor satu Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui.

Adapun ganda putri pelapis, Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni, yang tahun lalu berhasil mengumpulkan dua gelar dengan menjuarai Vietnam Terbuka dan Selandia Baru Grand Prix diharapkan dapat meningkatkan prestasi mereka.

Fran/Pia batal

Pada ganda campuran, pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah batal diberangkatkan ke India karena Pelatih Richard Mainaky memilih untuk mengirimkan pasangan-pasangan di bawah mereka.

"Fran/Pia tidak diberangkatkan karena keterbatasan jatah ganda campuran karena mereka lebih dipusatkan untuk mendampingi Nova Widianto/Liliyana Natsir di turnamen Super Series sehingga peluangnya lebih diberikan kepada pemain-pemain di bawah mereka," ujar Richard.

Pada turnamen berhadiah total 150.000 dollar AS itu, ganda campuran akan diwakili oleh Liliyana Natsir yang kali ini berduet dengan Devin Lahardi. Ada pula pasangan Greysia Polii/Tantowi Ahmad dan Muhammad Rijal/Debby Susanto.

"Devin adalah pemain yang kemampuannya komplet. Jika ia bisa mengimbangi permainan Liliyana, maka saya kira mereka bisa menjadi juara," kata Richard.

Pasangan yang menjadi unggulan kelima itu akan mengawali turnamen tersebut melawan pasangan tuan rumah Tarun Kona/Shruti Kurian. Jika menembus perempat final, maka mereka berpeluang bertemu unggulan kedua asal China, Tao Jiaming/Zhang Yawen, yang menjadi juara di Malaysia Super Series dan runner-up Korea Super Series.

Peter Gade dan Lin Dan Geser Taufik

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain bulu tangkis asal Denmark, Peter Hoeg Gade, dan tunggal putra China, Lin Dan, menggeser Taufik Hidayat ke posisi kelima peringkat dunia versi Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF, Kamis (8/4/2010).

Gade kini mengumpulkan 64.815,18 poin dan berada di atas Lin Dan yang berada di peringkat keempat dengan mengumpulkan 64.424,58 poin. Taufik sendiri yang berada di peringkat kelima mengumpulkan 62.291,7 poin.

Di peringkat pertama, tunggal putra utama Malaysia, Lee Chong Wei, masih bercokol. Ia mengumpulkan 81.791,06 poin. Adapun China menempatkan empat pemain di 10 besar tunggal putra. Selain Lin Dan, terdapat juga Chen Jin pada peringkat kedua, Bao Chunlai, di posisi keenam dan Chen Long di peringkat kedelapan.

Adapun pemain Indonesia lainnya yang berada di peringkat 10 besar adalah Sony Dwi Kuncoro. Ia berada di peringkat ke-10 dengan 52.392,04 poin.

Pemain lainnya adalah Simon Santoso (peringkat ke-11) dengan 52.220,04 poin, Dionysius Hayom Rumbaka di peringkat ke-24, Andre Kurniawan Tedjono yang turun delapan tingkat ke posisi ke-40, Andreas Adityawarman (peringkat ke-90), dan Adnan Fauzi di peringkat ke-102.

Penurunan peringkat secara drastis dialami oleh Tommy Sugiarto. Putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto ini mengalami penurunan 44 tingkat ke peringkat ke-138.

Peringkat tunggal putra BWF per Kamis (8/4/2010):
1 MAS Chong Wei LEE
2 CHN Jin CHEN
3 1 DEN Peter Hoeg GADE
4 1 CHN Dan LIN
5 2 INA Taufik HIDAYAT
6 CHN Chunlai Bao
7 1 VIE Tien Minh NGUYEN
8 1 CHN Long CHEN
9 THA Boonsak PONSANA
10 INA Sony DWI KUNCORO
11 INA Simon SANTOSO
12 DEN Jan O Jorgensen
13 KOR Sung Hwan PARK
14 JPN Kenichi TAGO
15 MAS Choong Hann WONG
16 HKG Yun HU
17 CHN Pengyu DU
18 IND Chetan ANAND
19 1 GER Marc Zwiebler
20 1 HKG Yan Kit CHAN
21 1 ENG Rajiv Ouseph
22 1 TPE Yu Hsin HSIEH
23 1 NED Dicky PALYAMA
24 1 INA Dyonisius Hayom Rumbaka
24 5 MAS Muhammad Hafiz HASHIM

40 8 INA Andre Kurniawan TEDJONO

90 1 INA Andreas ADITYAWARMAN

102 1 INA Adnan FAUZI

138 44 INA Tommy SUGIARTO

Christian Hadinata Dikeroyok Tiga Pemain


JAKARTA, KOMPAS.com — Turnamen bulu tangkis Candra Wijaya Men's Double Badminton Championships II/2010 (CWMDBC) akan menampilkan partai ekshibisi antara legenda Christian Hadinata menghadapi tiga pemain sekaligus.

Christian (60), yang sekarang merupakan salah satu ketua Pelatnas Cipayung, pada masa jayanya pada 1970-1980-an merupakan pemain ganda terbaik di dunia. Bersama Ade Chandra, ia menjuarai All England 1972-1973 dan menjadi juara All England 1979 di nomor ganda campuran bersama Imelda Wiguna.

Dalam acara ekshibisi CWMDBC yang berlangsung 21-24 April 2010, Christian akan menghadapi tiga pemain sekaligus, yaitu candra Wijaya, Tony Gunawan, dan Sigit Budiarto. Pasangan Candra/Tony merupakan peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000. Sementara berpasangan dengan Sigit Budiarto, Candra meraih gelar juara dunia 1997.

"Selain Koh Chris melawan kami bertiga, acara ekshibisi juga akan berlangsung antara Candra/Sigit menghadapi Tony Gunawan/Howard Bach. Ini merupakan ulangan kejuaraan dunia 2005," kata Candra, yang merupakan penggagas turnamen.

Kejuaraan yang seharusnya berlangsung dari tanggal 22-25 April dimajukan menjadi tanggal 21-24 April 2010 di Gedung Bulutangkis Asia Afrika, Senayan, Jakarta. "Kami menyesuaikan diri dengan pelaksanaan simulasi Piala Thomas Uber yang diadakan di Solo tanggal 25 April 2010," kata Candra.

Kejuaraan khusus ganda putra ini tidak hanya diikuti pebulu tangkis utama ganda putra Indonesia saja, tetapi juga akan diikuti dari luar negeri, di antaranya Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Jepang. Beberapa pemain asing yang telah memastikan ikut serta adalah dari Jepang, yaitu pasangan Noriyasu Hirata/ Hirokatshu Hashimoto, yang saat ini berada di peringkat 13 dunia.

"Tahun ini kami memasukkan nomor veteran, yaitu para pemain yang pernah memberi jasa kepada bulu tangkis Indonesia," kata Candra. Menurut Candra, para pemain veteran yang sudah memastikan ikut adalah Eddy Hartono, Bambang Supriyanto, dan Bobby Ertanto. "Jadi saat ini kesempatan melihat teknik dan pukulan para pemain masa lalu yang komplet," kata Candra lagi.

Tahun ini kejuaraan yang bernama resmi Candra Wijaya Yonex Sunrise Men's Double Championship ini akan menyediakan hadiah total sebesar Rp 250 juta.

18 Maret 2010

Malaysia Ingin Jadi Negara Utama Bulu Tangkis


KUALA LUMPUR, Kompas.com - Pemerintah Malaysia mencanangkan keinginan negaranya untuk menjadi kekuatan utama bulu tangkis dunia dengan mendirikan akademi bulu tangkis.

"Jika kita tidak segera menjalankan pengembangan sistematis dalam olah raga ini, kita akan kehabisan para pemain berkualitas di masa mendatang," kata Najib.

Najib mengatakan pemerintah tengah mencari lokasi yang cocok dan akan membicaraknya bersama asosiasi bulu tangkis Malaysia (BAM). Najib juga mengatakan pemerintah akan menyediakan 600 ribu dolar AS untuk bonus kepada pelatih dan pemain.

Peningkatan dana ini diumumkan setelah tunggal putera utama dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei meraih gelar juara di turnamen bulu tangkis All England Super Series. Chong Wei mengembalikan tradisi lama Malaysia yang pernah menjadi juara jaman Wong Peng Soon, Eddy Choong pada 1950-an, Tan Aik Huang pada 1960-an dan Muhammad Hafizh Hashim.

Malaysia pernah menjadi juara Piala Thomas antara 1949-1955 saat masih bernama Malaya. Dengan nama Malaysia mereka merebutnya pada 1967 dan 1992. Keduanya dengan mengalahkan Indonesia di final.

China kini mendominasi bulu tangkis dunia menggeser kekuatan lama seperti Indonesia, Malaysia dan Denmark.

Turnamen Candra Wijaya Digelar 22-25 April


JAKARTA, Kompas.com - Setelah tahun lalu sukses menyelenggarakan kejuaraan bulu tangkis khusus ganda putra "Candra Wijaya Men's Doubles Championship", pebulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya kembali bakal menggelar kejuaraan serupa. Turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini akan dilangsungkan di GOR Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, tanggal 22-25 April mendatang.

Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini akan mempertandingkan lima kategori, yaitu ganda remaja, taruna, dewasa, anak-anak dan master/veteran. Penambahan kategoriCandra, dimaksudkan untuk menampung dan memenuhi keinginan dari banyak pihak.

"Ini sebagai bentuk kaderisasi agar pembinaan tidak terputus. Anak-anak juga makin terpacu bermain bulu tangkis. Hadirnya para pemain senior dan veteran yang dulu kerap mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di forum internasional, paling tidak akan memotivasi para pemain junior," kata Candra, dalam acara jumpa pers di kafe Putt-Putt Golf, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/10).

Menurut Chandra, dengan lima kategori, kejuaraan ini akan lebih meriah. Bagi pemain pemula, mereka ini harus dirangsang untuk berkompetisi sejak dini. Sementara kehadiran pemain senior dan veteran diharapkan bisa menjadi panutan para pemain pemula. Apalagi, selama ini banyak pemain anak-anak yang mengikuti hobi orangtua.

"Kita berharap bulu tangkis bisa kembali menjadi olahraga favorit keluarga. Dengan demikian olahraga bulu tangkis bisa tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat kita. Apalagi, di saat kondisi prestasi bulu tangkis Indonesia tidak menggembirakan, dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk mengangkat kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia seperti dulu lagi," tutur ayah dua anak ini.

Seperti perhelatan tahun 2009, tahun ini juga akan digelar juga penghargaan kepada Para Pemain Legenda. Sebagai informasi, tahun lalu, yang berhak menerima penghargaan ini adalah pasangan legendaris Indonesia yang menguasai panggung dunia, yaitu, Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahyudi.

Ayo Balas di Swiss!


JAKARTA, Kompas.com - Markis Kido/Hendra Setiawan baru saja gagal mewujudkan impiannya menjadi juara di turnamen klasik All England Super Series. Perjalanan mereka terhenti di semifinal akhir pekan lalu, karena menyerah dari pasangan Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen, yang akhirnya menjadi juara.

Namun perjuangan tak berakhir di sini. Kido/Hendra punya kesempatan membalas sekaligus menghapus kekecewaannya saat tampil di turnamen Swiss Terbuka Super Series pekan ini.

Ya, dari London, pasangan terbaik Indonesia tersebut melanjutkan perjalanannya ke Swiss. Kali ini, mereka akan terjun ke turnamen Swiss Terbuka Super Series yang mulai bergulir 16-21 Maret di St Jakobshalle, Basel, bersama dengan pasangan non Pelatnas Cipayung lainnya, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Di kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS ini, Kido/Hendra menjadi unggulan ketiga. Pada babak pertama, pasangan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 tersebut bertemu dengan pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang. Jika lolos, mantan pemain Pelatnas ini bakal menemui hambatan yang cukup besar, karena akan bertemu pemenang antara Cho Gun Woo/Kwon Yi Goo (Korsel) atau Chai Biao/Zhang Nan (China).

Sementara itu, Alvent/Hendra AG yang merupakan unggulan kelima akan mengawali perjuangannya melawan pasangan Polandia Adam Cwalina/Michal Logosz. Apabila pasangan Indonesia yang pekan lalu langsung tersingkir di babak pertama All England (kalah dari Chai Biao/Zhang Nan) tersebut maju, maka mereka bertemu dengan pemenang duel Kristof Hopp/Johannes Schoettler (Jerman) vs Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (Jepang).

Sayang, hanya satu dari dua pasangan Indonesia tersebut yang bisa lolos ke semifinal. Pasalnya, berdasarkan hasil undian, mereka sudah harus saling "membunuh" di perempat final--dengan asumsi bisa mengalahkan lawan-lawannya di dua babak pertama.

Taufik tetap jadi andalan

Dalam turnamen ini, Indonesia tidak banyak mengirimkan wakilnya. Selain dua pasangan di sektor ganda putra tersebut, masih ada tiga pemain lagi dari Tanah Air yang ambil bagian, yaitu Taufik Hidayat dan Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal putra, serta Maria Febe Kusumastuti di nomor tunggal putri.

Melihat peta kekuatan yang ada, Taufik yang juga gagal mewujudkan keinginan terbesarnya untuk meraih gelar di All England setelah disingkirkan Peter Gade di perempat final, tetap menjadi andalan.

Peluang unggulan keempat tersebut untuk maju ke perempat final sangat besar, karena di babak pertama dia hanya melawan pemain kualifikasi, dan selanjutnya menghadapi pemenang antara Andrew Smith (Inggris) vs Hsieh Yu Hsing (Taiwan).

Perjalanan sulit bakal dilewati Hayom. Satu-satunya tunggal putra dari Pelatnas yang ambil bagian tersebut, mengawali perjuangannya melawan peman Belanda Eric Pang, sebelum bertemu pemenang antara unggulan delapan dari China Chen Long vs pemain tuan rumah Christian Boesiger.

Seperti halnya di sektor ganda putra, di nomor tunggal putra ini pun akan terjadi "perang saudara" lebih awal. Jika Taufik dan Hayom sama-sama lolos, maka mereka akan bertemu di perempat final. Dengan demikian, bisa dipastikan hanya satu wakil Indonesia yang lolos ke semifinal jika tidak ada aral melintang.

Sedangkan untuk sektor tunggal putri, Maria Febe harus siap-siap bertarung all-out menghadapi juara All England, Tine Rasmussen. Jika berhasil melewati adangan pemain Rusia Ella Diehl di babak pertama, maka tunggal putri Pelatnas Cipayung tersebut berpeluang besar bertemu Rasmussen, karena pemain Denmark yang menjadi unggulan tujuh itu diprediksi takkan kesulitan mengalahkan pemain Swiss Jeannine Cicognini.

Chong Wei Hentikan Kejutan Tago


JAKARTA, Kompas.com - Pemain Malaysia, Lee Chong Wei menghentikan rangkaian kejutan pemain Jepang, Kenichi Tago sekaligus menjuarai tunggal putera turnamen bulu tangkis All England Super Series, Minggu (14/03/2010).

Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama menang dalam dua game 21-19 21-19 dalam pertandingan yang berlangsung 47 menit. Ini menjadi keberhasilan pertama Chong Wei menjuarai All England setelah tahun lalu ia dikalahkan pemain China, Lin Dan di babak final.

Sementara bagi pemain muda Jepang, Kenichi Tago, kekalahan di final ini menjadi antiklimaks dari rangkaian kejutan yang dibuatnya di turnamen tertua ini. Sebelum lolos ke final, Tago menyisihkan tiga pemain unggulan yaitu Nguyen Tien Minh dari Vietnam yang diunggulkan di tempat ketujuh, unggulan ketiga Chen Jin di babak perempatfinal serta unggulan 6 Bao Chunlai di babak semifinal.

Sementara Chong Wei lolos ke final dengan antara lain menyingkirkan Sony Dwi Kuncoro serta pemain veteran asal Denmark, Peter Hoeg Gade di babak semifinal.

Di bagian tunggal puteri, pemain Denmark, Tine Rasmussen akhirnya juga mampu mewujudkan ambisinya di puncak All England setelah menundukkan pemain China, Wang Yihan 21-14 18-21 21-19. Rasmussen yang merupakan pemain non unggulan, mengalahkan unggulan pertama tersebut dalam waktu satu jam.



BADMINTON. . . . . . . .
  • Menyehatkan badan!!!!! (Pastinya)
  • Menghilangkan stres!!!!!!! (Jelas)
  • Nambah temen!!!!!!!!!! (So pasti!.....................)
  • Prestasi. . . . . . . . . . . . . .

Nah, buat yang terakhir ni. . . . .
Prestasi! Yup! Badminton untuk menggapai cita-citamu setinggi langit! Kayak Taufik Hidayat neh. . . . . .

ESPN